Pages

Banner 468 x 60px

 

Monday, January 23, 2017

Diary Pecinta Kucing

0 comments
Read more...

KUCING DALAM MIMPI

0 comments
Oleh : AlLiana Nores

Hm.... Saking gak sukanya sama kucing, Mama menolak ada kucing melewati batas pintu dan jendela rumah. Aku merana banget lho, Sob, pasalnya mama cuma memperbolehkan memelihara kucing hanya di luar rumah. Makan, minum, tidur, semuanya harus di luar rumah. Sampe kucingnya dibikinin kandang di luar rumah: dari dus aja

Tapi.... Bukan aku namanya kalo nurut gitu aja sama aturan Ortu! Wkwkwk (buka kartu dikitttt hehheheee, maluuuu).

Nah, waktu itu aku piara kucing garong (karena kucingnya warna item, biasanya di daerah sini suka disebut kucing garong - red.). Nama kerennya: Miss Black, nama kampungnya Iteung. Hhaa
Sudah, sudah. Langsung ke pokok cerita.

Iteung atau Miss. Black ini tabiatnya mirip aku: 5% tidak taat aturan yang berlaku di rumah. Kadang Miss. Black sembunyi-sembunyi masuk kamar, main ke dapur, masuk kamar mandi, manjat meja makan. Begitulah, kerjanya blusukan ke dalem rumah. Dan lucunya: Miss. Black seolah ngerti, kalo mau berpapasan sama Mama, ya, dia kabur, hahha, pinterrrr, kan.... Hmmm, but gawatnya.... Miss. Black pernah nyasar masuk kamar Mama O maiiii gooood!! Apa yang terjadi? Aku dan Miss. Black kena sanksi. Hiks hiks. Aku dapet ceramah gratis dari Mama, Miss. Black dapet ancaman isolasi atau pembuangan ke tempat terpencil dengan cara dimasukkan ke karung sambil ditutup matanya,ah, ancamannya bikin begidik deh. Eit, hehhe, tapi aku dan Miss. Black belum pernah kapok, loch, hahayy...

*****


Begini sodara-sodara pembaca yang budiman.

Tepatnya, tengah malam. kebetulan waktu itu malam pertama aku satu kamar sama adek (kirain malam pertama apaan, hahha). Biasanya aku tukang main selundup kucing ke kamar, tapi berhubung ada adekku... ya daripada entar dilaporin ke Mama, mendingan jadi anak baik dulu aja deh, Nanti besok-besok bikin siasat lagi biar Miss. Black bisa masuk rumah tiap malam.

Hiks sedih.... Kebayang gak sih... hampir tiap malem bisa bawa Miss. Black ke kamar, nah waktu itu malah gak bisa. Hm, tambah sedih waktu denger suara Miss.Black ngeong-ngeong di luar. Duh, kesiannnn, pasti kedinginan dia. "Miss. Black... maafin akkuu....." hiks.

...........


Tambah malam, tambah gak bisa tidur, guling-guling sendiri. Tengok ke samping kiri, yang biasanya ada Miss. Black, sekarang udah jadi tempat permanen buat adekku. Haaaaaaa XD

..........


Nah, nah... tiba saatnya aku mulai ngantuk. Gak terasa... Mimpi, deh Mimpinya aneh-aneh. Ceritanya di dalem mimpi aku lagi maen di kelas, bareng anak-anak trio gila, pas buka pintu mau ke luar kelas, eh, kok langsung ada pemandangan halaman rumah? @##$%%^^& dasar mimpi... kadang suka gajebo, ya, kan. Lanjutan mimpinya begini:

Dalem mimpi, aku gak banyak komen, langsung masuk rumah, masuk kamar, langsung tiduran tanpa buka sepatu, meremmmm deh aku. Tiba-tida, ada suara "Meeeoooong...." kuenceng suaranya. Di mimpi, aku lihat, eh ada Miss.Black! Ya, aku panggil aja tuh (akunya masih sambil baringan). Miss. Black nyamperin, loncat ke perut aku! Hha... Efek loncatan Miss. Black itu sampe kerasa ke dunia nyata! Bagian alam sadarku berkata: Ini bukan mimpi! Ini nyata! Miss. Black akhirnya bisa masuk kamar! Gak tau jalan mana, pokoknya dia berhasil masuk kamar. Hahaaaaaaa, senengnyaaaaaa. Hatiku girang bukan main. Di alam mimpi dan di alam nyata, aku melakukan hal yang sama meskipun masih sambil merem: aku mengelus lembut Miss. Black yang sudah nemplok di perut. Tapiiiiiiiiii........ alam sadarku kaget bukan main, Miss. Black yang aku elus-elus lembut kok...... aneh??? Kok nggak ada bulunya????!!!!! Haaaaaaa!???

Efek kaget dari alam mimpi itu akhirnya mendapat respon serius ke alam sadarku: Aku bangun. Dan... tambah syok banget waktu tau apa yang dari tadi aku elus penuh sayang.

Rupanya kaki adekku yang mendarat di perut! Haaaa, beteeeeeee! Cepat-cepat deh tuh kaki aku lempar ke samping. "Auw!" Jerit My Sister, pelan tapi pasti kemudian dilanjut dengan 'Zzzzzz' lagi. Hahhhaaa


Kesel, malu, sebelll. Gkgkgk.

The End

Cuma itu. Terima kasih sudah membaca :)


aL@Sukabumi16/09/2014:08PM
Read more...

Serial My Timy: BELAJAR DARI PAK KUMIS

0 comments
Oleh : AlLiana Nores

Sore itu aku kaget. Makanan Timy habis! Kaget campur seneng, sih. Nafsu makan Timy mungkin sudah mulai stabil, hehehe, yesss! Akhirnya aku mulai memberi makan Timy dengan porsi dumbo.

Setelah penemuan tempat makan Timy yang kosong itu, pada jam makan berikutnya, aku mulai mengintai dari kejauhan. Timy yang duluan makan. Tapi, ya, begitulah… Timy Cuma makan sedikit, lantas pergi. Hiks, jadi…?? Siapa yang bantuin Timy makan???

Karena kesibukanku, soal tempat makan yang kosong itu sudah tidak kupedulikan lagi. Jarang banget punya kesempatan nonton Timy lagi makan. Akunya jarang di rumah, sih. Tugas memberi makan sudah kumandatkan pada saudaraku di rumah. Tiap pulang aktivitas, tau-tau tempat makan sudah lumayan bersih dari sisa. Mungkin ada tamu tak diundang? Ya, begitu mungkin, betul begitu. Tapi biasanya kalau ada tamu tak diundang, tidak sampai habis bersih seperti itu tempat makannya. Ah… pusing, bodo amat lah.


*****

– Minggu Sore –

Minggu sore, biasanya aku lumayan santai: tidak ada jadwal ke luar, kuhabiskan dengan istirahat sambil tulis-tulis sesuatu di meja kerja. Sampai jam 5 sore, Timy masuk ke ruangku, meong-meong lalu pergi, itu artinya ngajak ke luar, aku ikuti. Oh, soal tempat makanan: masih kosong. Timy memandangi tempat makannya dan aku secara bergantian. “Mintak makannnn, Broo.” Begitu kira-kira kalo Timy bisa ngomong.

………..

“Habiskan!” kataku sambil menyodorkan menu makan sorenya Timy. Aku segera kembali ke meja kerja. Baru saja duduk dan menulis hingga beberapa menit, kudengar suara ribut di belakang. Suara geraman Timy mendominasi keributan. Ya, itu suara Timy. Bergegas aku menuju TKP. Dan… rupanya sudah ada satu kucing lagi di sana, dengan lahap dia makan makanan Timy. Setahuku, Timy tidak terima, makanya Timy menggeram-geram ribut, tapi… luar biasa, kucing tak diundang itu cuek bebek, makan teruuuus tanpa menoleh. Aku bengong.

“Sudah, Timy. Biarin…” Kugendong kucingku yang masih ngambek. Kubawa ke ruang lain. Lalu kutengok kembali ke tempat makan. Kucing itu gemuk, berbulu halus dan bersih, berekor panjang. Menurutku, usianya tidak jauh berbeda dengan Timy.

“Nah, kucing itu lagi!” Seru adikku yang tiba-tiba nongol.

“Iya, nih. Kucing punya siapa? Kayaknya kelaperan.” Kataku prihatin. Ketika kuelus kepalanya, kucing itu tidak berusaha menghindar, hanya menoleh sebentar kemudian meneruskan makan.

*****

PAK KUMIS

Sore itu, kudapatkan informasi tentang kucing yang selama ini menghabiskan makanan Timy. Kucing malang, kucing yang dipelihara untuk dijadikan mainan anak-anak. Sering kucing itu main ke rumah, bahkan menginap berhari-hari, tidur di kursi kesayangan Timy, dll. Pernah satu malam, tetangga pemilik kucing tersebut datang ke rumah. Anaknya nangis terus minta kucingnya dibalikin. Mama sempat marah soal kucing yang kami pelihara diam-diam, apalagi itu kucing punya orang. Ah, besoknya kucing itu balik lagi ke rumah dalam kondisi pincang. Haduh… kasian.

Setelah berkali-kali kabur dari rumah majikannya, akhirnya tetanggaku sudah tidak peduli. Mungkin sudah bosan, atau sudah pelihara kucing baru untuk mainan anaknya. Begitulah, kucingnya malah betah tinggal di rumahku. Setelah kupastikan kalau kucing itu tidak punya pemilik lagi, segera kulakukan negosiasi  singkat dengan Mama. Akhirnya aku diizinkan memelihara satu kucing lagi secara legal! Yes!

“Selamat datang, Pak Kumis.” Kuberi nama ‘Pak Kumis’ untuk teman barunya Timy di rumah ini.

Awal peresmian adopsi Pak Kumis di keluarga ini, Timy sangat terganggu. Why not? Pak Kumis punya watak usil, gak pernah kapok ngusilin Timy, bikin kesel Timy.

*****

TIMY

Semenjak sembuh dari sakit keras, Timy jadi banyak berubah: yang tadinya gak bisa diem, sekarang jadi cenderung pasif, susah makan, gak mau diganggu, sensitif. Yah, Timy yang sekarang, berbeda dengan Timy yang kukenal dulu. Hiks.

Kehadiran Pak Kumis, kucing periang itu sempat membuat aku was-was. Gimana kalo Timy akhirnya kabur gara-gara gak suka sama Kumis? Oh, no. Makanya aku jadi super perhatian sama Timy. Sebagian waktuku kupakai untuk mengawasi dua kucingku, Timy dan Kumis. Syukurlah, Pak Kumis gak pedulian sama sikap judesnya Timy. Aku sering perhatikan, Timy ngambek-ngambek sama Pak Kumis, tapi Pak Kumis ngeyel, gak pernah main lawan, digalakin sama Timy malah dibales usil: Timy lagi diem, ekornya di pukul-pukul. Jadinya mereka bergumul seru. Tapi aku tau, Pak Kumis gak nganggep serius, selang berapa menit dia deketin Timy lagi di kursi. Lama-lama, Timy bosan, akhirnya cuek aja kalo ada Pak Kumis. Hehehe. Timy udah gak peduli kalo Pak Kumis deket-deket dia di kursi kesayangannya, Timy udah gak peduli setiap jam makan harus berbagi tempat makannya dengan teman barunya itu. Timy udah gak semarah sebelumnya. Aku senang donk, hehe. Aku jadi gak khawatir lagi soal mereka. Mulai sekarang aku sudah bisa kembali beraktivitas di luar dengan tenang. Bermacam kegiatan menguras perhatianku sampai kurang memperhatikan mereka di rumah. Aku pikir, semua pasti aman. Mudah-mudahan mereka bisa saling menerima satu sama lain, hehe.

*****

TIMY DAN PAK KUMIS

Saatnya pulang! Aku tak sabar bertemu keluarga dan dua kucingku di rumah setelah lima hari ada acara pelatihan di puncak. Sampai di depan pintu, kuucap salam, lalu dua kucingku berebut ke luar. Aku disambut! Hehehe. Anehnya, sekarang kulihat Timy sangat aktif, suara meongnya lebih ceria; kulihat Pak Kumis, tambah gembrot, tambah usil. Seharian itu kuperhatikan mereka. Sekarang Timy jadi ketularan jail, dua-duanya jadi jail! Pak Kumis lagi diem, tiba-tiba Timy iseng ngintip trus nerjang kepala Pak Kumis, akhirnya aksi kejar-kejaran terjadi. Hahaha, senangnya hatiku…  Mereka sudah mulai akur. Timy sudah kembali seperti dulu. Berkat Pak Kumis. Thank you, PAK KUMIS… hiks XD

*****
Dari situ, aku jadi banyak belajar dari Pak Kumis. Gimana cara dia nanggepin sikap Timy yang judes.
Pak Kumis selalu periang, gak trauma akibat perlakuan majikannya dulu, Pak Kumis tetap ceria. hehe. I Like it :)

*****

Hmmm, sekarang aku lagi kepikiran terus soal Pak Kumis dan Timy, Setelah mereka akur, mereka jadi sering becanda berduaan, jarang main ke luar, gak tau udah pada punya gebetan atau belum. Mereka berdua, kan, sama-sama cowok. Sekarang akur banget... Makan berdua, tidur berdua, kemana-kemana sering berdua. Bahkan cuma sekedar Pak Kumis puf aja, sempat-sempatnya Timy ngikut. Hadeh... cape deh. Normal kah mereka???

Sepertinya harus diadakan penyelidikan lebih lanjut, dan hasilnya harus dibuat kembali dalam bentuk cerita: ‘Serial: Gebetan Timy dan Pak Kumis’. :D

But, thanks for reading :)


(aL@Sukabumi:11/09/2014)
Read more...

Sunday, January 22, 2017

Membuat Makanan Sehat Untuk Kucing

1 comments


Makanan Sehat untuk Kucing

Ada beberapa resep makanan bernutrisi tinggi yang bagus untuk kucing kesayangan yang bisa Anda buat sendiri di rumah, seperti berikut ini:

Makanan basah

Bahan:

  1. 1/4 sdt olive oil atau salmon oil
  2. 30 gram kentang dimasak tanpa kulit
  3. 2.7 gram vitamin kucing (contoh: Nutriplus gel)
  4. 83 gram protein hewan yang sudah dimasak (pilih salah satu: daging ayam, kelinci, domba, salmon, tuna)
  5. 50 gram karbohidrat (pilih salah satu: pasta, nasi, oatmeal, kacang polong)



Cara membuat:

Campur semua bahan bersama-sama, dapat juga dicampur menggunakan blender dan makanan ini bisa disimpan didalam kulkas sebelum Kucing lapar.


Treats Rasa Tongkol

Bahan:

  1. 1 kaleng tongkol, atau sekitar 200-250 gram daging ikan tongkol murni, rebus.
  2. 2 sdm wortel parut
  3. 1/3 cangkir oatmeal yang sudah dimasak



Cara membuat:

Semua bahan yang telah disiapkan dicampur kedalam mangkuk kemudian hancurkan dan langsung bisa disajikan sebagai treats Kucing kesayangan. Jika masih sisa bisa Anda simpan kedalam freezer maksimal penyimpanan selama 3 hari.


Makanan Basah Tempe Tuna

  1. 1 kg Tuna/tongkol putih bersihkan potong-potong dan direbus. Bersamaan dengan potongan tempe.
  2. Setelah ikan dan tempe matang, Angkat. Tempe di ulek/penyet-penyet kasar. Ikan di suwir-suwir dan diambili durinya.
  3. Parut kasar wortelnya. Direbus pake kaldu ikan tadi bersama dengan agar-agar.
  4. Setelah mendidih angkat, dan campurkan ikan tuna/tongkol dan tempe yg sdh dihancurkan tadi.
  5. Biarkan sampai menu tersebut tidak terlalu panas. Dan siap untuk temptkan di plastik-plastik atau mangkuk-mangkuk kecil. Agar tahan lama bisa disimpan di freezer.


Burger Tuna

Makanan Burger tuna untuk kucing ini bisa dijadikan treats yang spesial bagi Empus kesayangan. Terlebih dulu siapkan bahannya yaitu:
  1. 1 kaleng tuna (tanpa garam)
  2. 1/2 cangkir nasi
  3. 1/4 cangkir hati rebus yang sudah dihancurkan
  4. 2-3 batang parsley cincang


Cara membuat:

Keluarkan semua tuna tanpa airnya, keringkan. Semua bahan dicampur, setelah itu dari bahan yang sudah dicampurkan tadi buatlah 6-7 bola. Agar tahan lama, simpan didalam di freezer dan berikan ketika Kucing kesayang lapar.

(Sumber : Ternak Budidaya)
Read more...

Makanan Sehat Untuk Kucing

0 comments
Kucingpun Harus Makan Makanan Sehat

Tidak hanya manusia yang perlu mengkonsumsi makanan sehat, kucing sebagai hewan peliharaan pun perlu mendapatkan makanan sehat sehari-hari. Selain tumbuh kembangnya yang akan terlihat baik, kucing kita pun akan menjadi peliharaan yang begitu menggemaskan karena selalu mendapatkan perhatian berupa pemberian makanan yang sehat.

Read more...
 
Gang Kucing © 2017 - Design by AlLiana Nores